Juknis Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Tahun 2023

Juknis2724 Dilihat

Latar Belakang

John Naisbitt dalam bukunya berjudul High Tech, High Touch memberikan perhatian terhadap keseimbangan antara realitas fisik dan spiritual. Kesadaran para ahli dan praktisi pendidikan terhadap realitas semakin tingginya teknologi di sekitar kita, semakin banyak kebutuhan akan sentuhan manusia. Buku yang tenar pada medio tahun 2000-an ini menegaskan prinsip pendidikan melambangkan perlunya keseimbangan antara realitas fisik dan spiritual kita. Melalui pendidikan yang adiluhung derajat peradaban akan meningkat. Dengan Bahasa sederhana, diperlukan High Teach, High Touch, High Thought, dan High Tech (High Literate Civilization).

Keseimbangan manusia ini sejalan dengan penyikapan kita terhadap tantangan zaman yang sekaligus peluang menghadapi generasi Z dan Alpha. Peserta didik yang lahir pada kurun waktu 1995-2010 masuk dalam istilah Generasi Z. Karakteristik peserta didik pada usia ini adalah lebih akrab dengan teknologi digital. Karakter mereka lebih serbabisa, lebih individual, lebih global, berpikiran lebih terbuka dan multitasking. Bahkan mereka lebih cepat terjun ke dunia kerja dan lebih mandiri. Mereka bersekolah ataupun duduk perguruan tinggi. Generasi
Z sudah mulai dewasa, sebentar lagi akan mengambil alih kendali dunia dari para milenial. Di saat yang sama, muncul generasi baru yang lahir setelah 2010-sekarang yang disebut Generasi Alpha. Secara demografis jumlah mereka sekitar 2,5 juta/minggu. Pada tahun 2025, jumlahnya akan membengkak menjadi sekitar dua miliar. Generasi Alpha akan menduduki posisi sebagai generasi paling berpengaruh dalam kehidupan manusia. Ukurannya adalah umur mereka yang masih sangat dini, tetapi dapat memengaruhi putaran ekonomi dunia.

Mereka adalah kaum terdidik, lebih terdidik daripada Generasi Z, lebih akrab dengan teknologi, dan jadi generasi paling sejahtera. Karakteristik peserta didik yang demikian menuntut guru profesional yang memiliki pengetahuan tentang perkembangan peserta didik, paedagogik, penguasaan materi advanced material, penguasaan teknologi tingkat tinggi, dan memiliki karakter spiritual, moderat, toleran, kecekatan, pola pikir berkembang (growth mindset), dan adaptif sebagai cermin kompetensi guru abad 21.

Program studi PPG merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/D-IV non Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan dan standar lainnya sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Program studi PPG ini diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan pendidikan seperti: low competence, under qualification, mismatched; dan tantangan pendidikan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika masyarakat; serta memenuhi kebutuhan guru di sekolah/madrasah secara nasional.

Program studi PPG diharapkan menghasilkan lulusan guru-guru profesional yang unggul dan siap menghadapi tuntutan zaman. Lulusan yang unggul ditandai dalam penguasaan kompetensi keguruan, kompetitif dan produktif dalam pembelajaran, penguasaan teknologi tinggi, berkarakter, dan cinta tanah air serta adaptif terhadap tuntutan
zaman. Oleh sebab itu penyelenggaraan PPG mengunakan prinsip High Teach, High Touch, High Thought, dan High Tech (High Literate Civilization) untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjaga keseimbangan antara fisik dan spiritual.

Download Juknis Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Tahun 2023

Selengkapnya mengenai Juknis Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Tahun 2023 yang ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 6328 Tahun 2022 dapat di download DISINI

(Visited 147 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *